Ketahuan Main Politik, Direksi BUMN Dipecat

Oleh Alih Istik Wahyuni – detikfinance
Jumat, 06/07/2007 21:11 WIB
Jakarta – Direksi dan komisaris BUMN dilarang bermain politik. Jika sampai ketahuan ada unsur politik dalam setiap keputusan yang diambil manajemen imbalannya adalah dipecat.

Ancaman itu disampaikan Menneg BUMN Sofyan Djalil dalam sambutannya saat melantik direksi dan komisaris BUMN di Gedung BUMN, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Jumat (6/7/2007).

“Saya tegaskan rule of game baru. Bapak-bapak kerja untuk perusahaan, memang perlu kenal politik, tapi jangan berpolitik. Kalau kinerja tidak bagus, saya ganti. Don’t politic, do the job,” tegasnya.

Pemerintah menyediakan 17 jaksa senior untuk membantu manajemen BUMN membuat keputusan yang aman secara hukum. Ia bahkan mengaku siap membantu dalam hal apapun, kecuali bantuan dana. “Silakan telepon atau SMS saya. Saya siap bantu apa pun, asal jangan minta duit,” tegasnya lagi.

Ia juga menyatakan, dirinya berharap menjadi menteri BUMN yang terakhir. “Saya harap saya menjadi Menteri BUMN yang terakhir. Walau sepertinya tidak mungkin dalam 2,5 tahun, tapi saya berharap,” ujarnya.

“Saya menempatkan diri sebagai CEO, jika ada sinergi BUMN maka saya bantu. Kalau perlu, deviden suatu BUMN saya minta untuk ditaruh ke BUMN lain agar lebih bagus,” ujarnya.

Ia juga menegaskan pentingnya teamwork dalam manajemen perusahaan. “Kalau saya dengar ada perpecahan, saya pecat karena pasti nggak bisa jalan. Saya inginnya nanti seperti Budi PT DI, jadi di BUMN bikin tim sendiri,” ujarnya. (lih/ddn)

Baca Juga : Pimpinan Baru BUMN Diuji Coba Selama 1 Tahun
Sumber : www.detikfinance.com